Paha dan Bagian Vital Putri Candrawathi Diraba, Hukuman Kaisar Sambo Bisa Ringan

Di samping itu, keterangan istri Irjen Ferdy Sambo itu berubah-ubah soal tempat kejadian perkara.Demikian

Pratama
Rabu, 14 September 2022 | 14:31 WIB
Paha dan Bagian Vital Putri Candrawathi Diraba, Hukuman Kaisar Sambo Bisa Ringan
Ilustrasi Brigadir J, Kuat Ma'aruf dan Putri Candrawathi (Bandung.suara.com)

Suara Denpasar - Suara Komnas HAM dan Komnas Perempuan yang menduga adanya kekerasan seksual dalam kasus kematian Brigadir Joshua atau Brigadir J dinilai ganjil olah banyak pihak.

Mengingat, laporan Putri Candrawathi soal pelecehan seksual sendiri sudah dimentahkan oleh penyidik Polri.

Di samping itu, keterangan istri Irjen Ferdy Sambo itu berubah-ubah soal tempat kejadian perkara.
Demikian, mantan Hakim Agung tahun 2011-2018 yakni Gayus Lumbuun menilai jika dugaan kekerasan atau pelecehan seksual itu benar adanya dan terungkap dalam persidangan.

Ini bisa menyebabkan hakim akan menilai pembunuhan yang dilakukan Irjen Sambo didasarkan pada tindakan spontan bukan pembunuhan berencana. Spontan karena reaksi emosinya terpancing setelah sang istri dilecehkan oleh Brigadir J. 

Baca Juga:Sosok AKP Dyah Candrawati, Polwan Pertama yang Dihadapkan ke Sidang Etik Kasus Ferdy Sambo

Jadi, bisa dikatakan kalau skenario soal kekerasan atau pelecehan seksual terbukti maka akan meringankan hukuman dari Kaisar Sambo, sebutan warganet kepada mantan Kadiv Propam Mabes Polri itu. 

Pasalnya, berdasarkan hasil rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo diketahui merencanakan pembunuhan setelah mendapat cerita pelecehan seksual yang terjadi di Magelang.

Pertimbangan spontan itu akan membuat Irjen Sambo bisa lepas dari jerat Pasal 340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana.

"Hakim akan berpikir kalau itu tidak terencana, itu spontanitas, (Pasal 340) coret, (Pasal) 338 itu ya memang pengganti dari 340 kalau itu menurut konsep pembunuhan," sebut dia dalam kanal YouTube Beda Enggak.b"Pasal 338 pembunuhan dan itu ancamannya ringan sekali, tidak terlalu beratlah, maksimal 15 tahun," imbuh Gayus.

Agar kasus ini berjalan sesuai fakta dan rel kejadian. Peran masyarakat untuk melakukan pengawasan sangat penting dilakukan.

Baca Juga:Sosok AKP Irfan Widyanto, Peraih Adhi Mekayasa 2010 yang Terancam Pecat

Apalagi dalam BAP yang diduga milik Putri Candrawathi yang ramai dibahas di media sosial. Di sana disebutkan bahwa Putri Candrawathi mengaku Brigadir J sempat meraba paha dan bagian vitalnya. ***

REKOMENDASI

BERITA TERKAIT

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak